#cinta Instagram Photos & Videos

cinta - 4404130 posts

Latest Instagram Posts

  • [Kekhawatiran Yang Hakiki]
@baskarazr
6/12/19
.
Jika kita maknai hari ini, banyak orangtua yang memiliki beragam kekhawatiran kepada anak-anaknya. Mulai dari khawatir akan akademik sang anak, tumbuh kembang sang anak, pergaulan sang anak, hingga ketika dewasa kelak anak dapat mandiri dan bertanggung-jawab terhadap dirinya sendiri dan kehidupan. Juga tak sedikit orangtua yang khawatir dengan agama serta akhlak sang anak.
.
Seringkali diri ini mengamati, adanya ketidaksiapan dari para orangtua menyiapkan sang anak untuk menghadapi zaman yang semakin berkembang. Jika dulu para orangtua hidup dalam dunia ketika internet belum ditemukan, sekarang anak-anak sedari balita sudah terpapar dengan berbagai macam ancaman yang ada didalam internet. Pengrusakan akidah, degredasi moral, serta umbar aurat dan obral syahwat. Walaupun internet tak semuanya dan selalu berdampak buruk kepada sang anak.
.
Jika hari ini orangtua tumbuh dengan berbagai macam tantangan yang ada, entah bagaimana kelak tantangan yang ada saat anak-cucu kita terlahir didunia. Dan perkembangan dunia ini semakin pesat, juga semakin cepat perubahannya.
.
Benarlah apa yang dikatakan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib Ra.
"Didiklah anak sesuai dengan zamannya, karena mereka bukan hidup dizamanmu"
.
Duh, sungguh kita harapkan kelak anak keturunan kita bukan menjadi beban pikiran karena kekhawatiran-kekhawatiran yang disebabkan kelalaian kita sendiri kepada sang anak. Tentunya kita harapkan agar sang anak tidak termasuk generasi yang lemah, apalagi sampai meninggalkan shalat dan hanya mengikuti hawa nafsunya. 
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ “Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan shalat dan mengikuti keinginannya, maka mereka kelak akan tersesat.” [Maryam (19): 59]
.
Duh, nak Maryam, sungguh kelak jika waktu itu datang. Saat engkau terlahir dunia hingga jika kelak aba dan umma yang tertakdir meninggal duluan. Aba dan umma amat berharap kelak dapat pergi dengan tenang sebagaimana nabiyullah Ayyub A.S tenang mendapati jawaban anak-anaknya.
.
(Bersambung di kolom komentar) [Kekhawatiran Yang Hakiki] @baskarazr 6/12/19 . Jika kita maknai hari ini, banyak orangtua yang memiliki beragam kekhawatiran kepada anak-anaknya. Mulai dari khawatir akan akademik sang anak, tumbuh kembang sang anak, pergaulan sang anak, hingga ketika dewasa kelak anak dapat mandiri dan bertanggung-jawab terhadap dirinya sendiri dan kehidupan. Juga tak sedikit orangtua yang khawatir dengan agama serta akhlak sang anak. . Seringkali diri ini mengamati, adanya ketidaksiapan dari para orangtua menyiapkan sang anak untuk menghadapi zaman yang semakin berkembang. Jika dulu para orangtua hidup dalam dunia ketika internet belum ditemukan, sekarang anak-anak sedari balita sudah terpapar dengan berbagai macam ancaman yang ada didalam internet. Pengrusakan akidah, degredasi moral, serta umbar aurat dan obral syahwat. Walaupun internet tak semuanya dan selalu berdampak buruk kepada sang anak. . Jika hari ini orangtua tumbuh dengan berbagai macam tantangan yang ada, entah bagaimana kelak tantangan yang ada saat anak-cucu kita terlahir didunia. Dan perkembangan dunia ini semakin pesat, juga semakin cepat perubahannya. . Benarlah apa yang dikatakan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib Ra. "Didiklah anak sesuai dengan zamannya, karena mereka bukan hidup dizamanmu" . Duh, sungguh kita harapkan kelak anak keturunan kita bukan menjadi beban pikiran karena kekhawatiran-kekhawatiran yang disebabkan kelalaian kita sendiri kepada sang anak. Tentunya kita harapkan agar sang anak tidak termasuk generasi yang lemah, apalagi sampai meninggalkan shalat dan hanya mengikuti hawa nafsunya. فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ “Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan shalat dan mengikuti keinginannya, maka mereka kelak akan tersesat.” [Maryam (19): 59] . Duh, nak Maryam, sungguh kelak jika waktu itu datang. Saat engkau terlahir dunia hingga jika kelak aba dan umma yang tertakdir meninggal duluan. Aba dan umma amat berharap kelak dapat pergi dengan tenang sebagaimana nabiyullah Ayyub A.S tenang mendapati jawaban anak-anaknya. . (Bersambung di kolom komentar)
  • [Kekhawatiran Yang Hakiki] @baskarazr 6/12/19 . Jika kita maknai hari ini, banyak orangtua yang memiliki beragam kekhawatiran kepada anak-anaknya. Mulai dari khawatir akan akademik sang anak, tumbuh kembang sang anak, pergaulan sang anak, hingga ketika dewasa kelak anak dapat mandiri dan bertanggung-jawab terhadap dirinya sendiri dan kehidupan. Juga tak sedikit orangtua yang khawatir dengan agama serta akhlak sang anak. . Seringkali diri ini mengamati, adanya ketidaksiapan dari para orangtua menyiapkan sang anak untuk menghadapi zaman yang semakin berkembang. Jika dulu para orangtua hidup dalam dunia ketika internet belum ditemukan, sekarang anak-anak sedari balita sudah terpapar dengan berbagai macam ancaman yang ada didalam internet. Pengrusakan akidah, degredasi moral, serta umbar aurat dan obral syahwat. Walaupun internet tak semuanya dan selalu berdampak buruk kepada sang anak. . Jika hari ini orangtua tumbuh dengan berbagai macam tantangan yang ada, entah bagaimana kelak tantangan yang ada saat anak-cucu kita terlahir didunia. Dan perkembangan dunia ini semakin pesat, juga semakin cepat perubahannya. . Benarlah apa yang dikatakan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib Ra. "Didiklah anak sesuai dengan zamannya, karena mereka bukan hidup dizamanmu" . Duh, sungguh kita harapkan kelak anak keturunan kita bukan menjadi beban pikiran karena kekhawatiran-kekhawatiran yang disebabkan kelalaian kita sendiri kepada sang anak. Tentunya kita harapkan agar sang anak tidak termasuk generasi yang lemah, apalagi sampai meninggalkan shalat dan hanya mengikuti hawa nafsunya. فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ “Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan shalat dan mengikuti keinginannya, maka mereka kelak akan tersesat.” [Maryam (19): 59] . Duh, nak Maryam, sungguh kelak jika waktu itu datang. Saat engkau terlahir dunia hingga jika kelak aba dan umma yang tertakdir meninggal duluan. Aba dan umma amat berharap kelak dapat pergi dengan tenang sebagaimana nabiyullah Ayyub A.S tenang mendapati jawaban anak-anaknya. . (Bersambung di kolom komentar)
  • 5 1